Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan


Inilah Alasan Mengapa Ngemil Malam Hari Dilarang!





Studi ini menemukan bahwa tubuh ternyata lebih banyak mengubah makanan menjadi lemak di malam hari. Sementara itu, makanan cenderung diubah menjadi bahan bakar pada siang hari.

Menurut para ilmuwan yang melakukan uji coba pada tikus, kemampuan tikus untuk mengatur gula darahnya tercatat bervariasi sepanjang hari. Selain itu, bila jam sirkadian terganggu (yang menjadi sinyal tidur dan terjaga) bisa menyebabkan timbunan lemak berlebihan.

Temuan ini bisa menjelaskan mengapa pekerja shift malam lebih rentan terhadap diabetes dan obesitas, menurut para peneliti.

“Mengacaukan jam biologis Anda akan mengakibatkan gangguan metabolisme, sehingga ada kecenderungan untuk lebih menumpuk lemak, bahkan dengan jumlah asupan yang sama dari kalori atau pola makan,” ujar rekan penulis studi Carl Johnson, seorang chronobiologist di Vanderbilt University.

“Ini tidak hanya sekadar apa yang Anda makan, tetapi kapan waktu Anda makan juga penting,” kata Johnson seperti dikutip Zeenews.com.

Beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa para pekerja shift malam cenderung menambah berat badan berlebih dan lebih cenderung terkena diabetes. Peneliti menduga jam sirkadian ini memainkan peran dibalik menumpuknya lemak, meski bagaimana prosesnya masih misteri.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Current Biology.

Sumber : Dunia Fitnes



Lemak trans terdapat di banyak makanan yang diolah dengan digoreng. Lemak satu ini disebut-sebut sebagai pemicu utama kolesterol tinggi tapi memang bisa membuat makanan jadi lebih renyah. Seperti, hidangan ayam goreng cripsy di restoran cepat saji.

Untuk membuatnya, digunakan shortening, yaitu formula padat dan tebal berwarna putih. Formula tersebut dibuat dengan menambahkan hidrogen ke minyak cair untuk memadatkan pada suhu kamar. 

Proses tersebut dikenal sebagai hidrogenasi. Minyak yang terhidrogenasi tersebut saat ini terkenal sebagai lemak trans yang mampu disimpan lebih lama dan membuat tekstur makanan yang dipanggang menjadi lebih renyah. Awalnya proses ini dimaksudkan sebagai pengganti butter yang lebih murah.

Tak heran kalau para produsen makanan sangat mengandalkan lemak trans sebagai bahan utama dalam mengolah makanan. Lemak trans lalu digunakan tak hanya untuk makanan yang digoreng tapi juga juga biskuit, makanan beku serta makanan kemasan lainnya.

Begitu juga pada restoran yang memiliki menu dengan olahan deep-frying. Memang, lemak trans membuat makanan jadi lebih renyah dan nikmat. Tapi fakta yang ditemukan peneliti dari Universitas Harvard pada 1994 mengungkap kalau orang yang mengkonsumsi lemak trans dalam jumlah tinggi memiliki risiko serangan jantung dua kali lebih tinggi dari mereka yang mengonsumsi sedikit lemak trans. 

"Semakin kita melihat lemak trans, semakin kita melihat itu adalah racun metabolisme," kata Walter Willett, salah satu peneliti, seperti dikutip dari Real Simple. 

Lemak trans jika dikonsumsi secara berlebihan sangat berbahaya karena menurunkan kadar kolesterol baik dan meningkatkan kadar kolesterol jahat. Demi mencegah konsumsi makanan dengan lemak trans tinggi, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US Food and Drug Administration) saat ini mengharuskan produsen makanan untuk memasukkan lemak trans pada label informasi nutrisi.

Hal ini ternyata mendorong banyak perusahaan makanan ternama, seperti Craft, Campbell, dan Wendy, untuk mengurangi atau menghilangkan lemak trans dari produk mereka. Sayangnya, banyak perusahaan yang mengganti lemak trans dengan lemak jenuh.

Hal tersebut tentu saja berbahaya karena lemak jenuh juga ternyata tidak lebih baik dari lemak trans. Untuk itu penting bagi Anda untuk membaca label makanan secara teliti sebelum membeli. Jangan sampai kadar kolesterol dalam darah jadi sangat tinggi dan Anda tak menyadarinya.



Kita pasti berpikir bahwa cara yang tepat untuk menyimpan sayur adalah dengan dimasukkan ke kulkas supaya tetap segar. Namun ternyata tidak semua bahan makanan dapat disimpan di dalam kulkas. Berikut adalah lima jenis contohnya.

Tomat
Ok, secara teknis tomat adalah buah, namun lebih dekat disebut sebagai sayur. Jika kamu pernah menanam tomat, maka kamu akan tahu bahwa tomat suka panas dan benci dingin. Ternyata walaupun setelah dipetik, tomat masih tidak tahan dingin. Kulkas bukanlah tempat yang cocok untuk menyimpan tomat. Tomat yang disimpan dalam kulkas menjadi layu dan meskipun masih bisa dipakai untuk dimasak namun tidak untuk dimakan segar. Simpanlah di meja dapur (namun tidak terkena sinar matahari langsung) dan nikmati saat sudah ranum.

Kemangi
Sama seperti tomat, kemangi juga suka panas, jadi jika disimpan di tempat dingin akan menyebabkan kemangi layu secara dini. Kemangi akan berada dalam kondisi maksimal jika disimpan di atas meja dapur dan dirawat seperti bunga segar. Setangkup kemangi dapat disimpan dalam sebuah cangkir berisi air (ganti airnya setiap sehari atau dua hari sekali) dan jauhkan dari sinar matahari. Bungkus longgar dengan kantong plastik untuk menjaganya tetap lembap (namun pastikan plastik mempunyai lubang untuk jalan masuk udara segar).

Kentang
Kentang baik disimpan pada suhu yang dingin namun bukan suhu dingin yang dapat membuatnya beku. Kentang baik disimpan dalam suhu sekitar 7,2 derajat Celcius, sekitar 10 derajat lebih hangat daripada kulkas pada umumnya. Sebagian besar dari kita tidak memiliki ruang penyimpanan bawah tanah (tempat yang gelap dan bersuhu dingin untuk menyimpan sayuran umbi akar seperti kentang), jadi menyimpan kentang di dalam kantong kertas di tempat dingin (seperti dalam lemari makanan) adalah yang terbaik. 

Kenapa kertas? Karena kertas lebih memiliki pori-pori untuk benapas, tidak seperti plastik. Jadi kentang tidak akan membusuk dengan mudah. Dan kenapa bukan kulkas? Menyimpan kentang di dalam kulkas dapat mengubah zat tepungnya menjadi gula dengan mudah, yang dapat memengaruhi rasa, tekstur, dan proses kematangannya.

Bawang
Bawang keluar dari tanah dengan kulit pelindung yang tipis. Untuk membuat dan menjaga lapisan kulit yang tipis, bawang butuh "disembuhkan" dan disimpan di tempat yang kering seperti lemari penyimpan makanan, yang tidak selembap kulkas. Selain itu, kekurangan sirkulasi udara dapat membuat bawang menjadi busuk. Oleh karena itu bawah sebaiknya tidak disimpan di dekat kentang, yang mengeluarkan gas dan kelembapan dan dapat menyebabkan bawang lebih cepat busuk. 

Simpanlah bawang di ruangan yang dingin, kering, gelap, dan memiliki ventilasi yang baik. (Cahaya dapat menyebabkan rasa bawang menjadi pahit). Namun tak semua bawang harus diperlakukan sama. Daun bawang dan kucai memiliki kadar air yang tinggi dan lebih mudah rusak, jadi harus disimpan di dalam kulkas.

Avokad
Saat kita membeli avokad yang sekeras batu, jangan simpan avokad itu di dalam kulkas, karena akan memperlambat proses pematangannya. Namun jika kita memiliki avokad yang telah matang dan tidak akan langsung dikonsumsi, simpanlah di dalam kulkas untuk mencegahnya cepat busuk.

Jadi inti dalam penyimpanan avokad adalah, simpan avokad yang belum matang dalam lemari, dan simpan avokad yang telah matang dalam kulkas apabila buah tersebut tak akan dimakan saat itu juga. 

Sumber : Yahoo She




Ketika makanan di dapur ada yang kedaluwarsa, saya dan suami sering berdebat apakah makanan itu harus dibuang makanan itu atau tidak.

Karena dia sudah bertualang ke seluruh dunia dan mencoba banyak makanan aneh, dia berpikir seberapa bahaya sih jamur di makanan? "Potong saja bagian jamurnya," katanya.

Saya, di sisi lain, bekerja di bagian layanan makanan rumah sakit. Sebelum jadi ahli gizi, saya pun sempat mengikuti kursus keamanan pangan dan mikrobiologi makanan. Jadi kalau makanan berjamur? Langsung buang!
Ternyata pendapat kami sama-sama benar. Menurut USDA, beberapa makanan bisa dimakan meski sudah berjamur, sementara beberapa jenis lain harus dibuang.


Di bawah ini adalah 4 makanan berjamur yang bisa Anda konsumsi (tapi jika sudah berjamur seluruhnya, buang saja):

1. Daging salami yang keras dan daging ham. Ternyata normal kalau kedua produk itu memiliki permukaan berjamur. Saran USDA adalah hilangkan saja jamurnya.

2. Keju keras dibuat tanpa jamur. Untuk keju yang tidak menggunakan jamur dalam proses pembuatannya, pada dasarnya jamur tidak bisa tumbuh. Untuk keju keras, seperti Asiago, Pecorino, Parmesan dan Cheddar, potong 1 inci (2,54 sentimeter) di sekitar dan di bawah area berjamur (untuk mencegah kontaminasi, jangan menyentuh jamur dengan pisau yang Anda gunakan).

3. Keju yang dibuat dengan jamur. Jenis keju ini, seperti Gorgonzola dan Stilton, memiliki permukaan berjamur, Anda bisa mengonsumsinya jika setidaknya memotong 1 inci di sekitar area berjamur.

4. Buah dan sayur yang keras. Kata kunci di sini adalah keras (contoh: kubis, paprika, wortel, dst). Seperti keju keras yang dibuat tanpa jamur, buah dan sayur yang keras juga tidak mudah ditumbuhi jamur. Hal yang sama juga berlaku untuk sayur dan buah jenis ini: potong seinci di sekitar dan di bawah area berjamur (ingat, jangan menyentuh jamur dengan pisau) sebelum memakannya.


Makanan yang harus langsung dibuang saat berjamur:

1. Yoghurt dan krim asam. Jenis makanan ini memiliki kadar kelembapan tinggi dan bisa terkontaminasi dengan jamur yang susah dilihat, tipis dan tertanam di dalam makanan.

2. Beberapa jenis keju. Keju yang dibuat dengan jamur dan tidak terlalu keras seperti Brie, Camembert dan beberapa jenis keju biru, harus segera dibuang. Keju lunak, seperti Cottage dan keju krim, Neufchatel, chevre (yang dibuat dari susu kambing), dst, juga harus segera dibuang bila berjamur. Semua tipe keju yang sudah hancur dan dipotong juga harus segera dibuang.

3. Selai dan jeli. Menurut USDA, jamur di selai dan jeli bisa memproduksi mikotoksin (zat beracun yang bisa membuat Anda sakit) dan harus segera dibuang. 

4. Buah dan sayur lunak. Sebagaimana yoghurt dan krim asam, buah dan sayur lunak (mentimun, tomat, persik, dst) kemungkinan memiliki jamur di bawah permukaannya. Karena jamur menyebar lebih cepat di buah dan sayur, periksa juga makanan di sekitar sayuran dan buah-buahan tersebut.

5. Roti dan produk kue lain. Semuanya adalah tipe makanan berpori, jadi jamur bisa tumbuh di bawah permukaannya.

6. Selai kacang, kacang polong dan kacang-kacangan. Karena jenis makanan ini diproses tanpa pengawet, mereka memiliki risiko berjamur yang cukup tinggi, menurut USDA.

7. Daging, bacon atau hot dog. Jika jenis makanan ini, yang memiliki tingkat kelembapan tinggi seperti yoghurt dan krim asam, sudah berjamur, Anda harus segera membuangnya karena kemungkinan besar jamur juga tumbuh di dalamnya.

8. Sisa makanan yang dipanaskan. USDA menyarankan untuk membuang sisa makanan berbahan daging dan unggas yang dipanaskan. Makanan dari gandum dan pasta yang sudah berjamur juga lebih baik dibuang. Semuanya memiliki tingkat kelembapan yang tinggi dan kemungkinan besar jamur juga tumbuh di dalam makanan. 

Sumber : Yahoo she




Jus tomat adalah salah satu minuman segar yang cocok dinikmati dalam berbagai kesempatan. Selain sebagai pelepas dahaga, jus tomat ternyata juga memiliki khasiat lain.

Berdasarkan studi yang dilakukan sebuah lembaga kesehatan di Yunani, jus tomat memiliki kemampuan lebih baik memulihkan tubuh setelah olahraga dibandingkan minuman energi.
Menurut para peneliti, tomat mengandung bahan kimia penting yang bisa membantu memulihkan otot serta mengembalikan tekanan darah ke tingkat normal setelah tegang dan mengalami peregangan.
Seperti dilansir laman Dailymail, peneliti melakukan tes terhadap sekitar 15 atlet selama dua bulan. Selama periode tersebut, mereka memantau tanda-tanda vital sebelum, selama, dan setelah berolahraga. Sebanyak sembilan atlet diminta meminum jus tomat setelah olahraga. Sementara sisanya mengkonsumsi minum energi.

Hasilnya, atlet yang meminum jus tomat mengalami tingkat pemulihan otot yang lebih cepat serta kadar glukosa mereka kembali normal lebih cepat setelah menjalani latihan berat.
Pada atlet yang minum jus tomat setelah olahraga, ditemukan bahwa enzim dan protein dengan tingkat berbahaya yang bisa menyebabkan kerusakan pada otak dan otot kembali ke kondisi normal lebih cepat. Para peneliti pun mengungkapkan, jus tomat sangat efektif. Bahkan pada orang yang memiliki protein berbahaya dalam kadar tinggi mampu mendapatkan manfaat hanya dalam dua bulan.

Studi mengenai jus tomat ini dipimpin para peneliti dari General Chemical State Laboratory Yunani. Studi juga telah diterbitkan dalam jurnal Food and Chemical Toxicology. Selama ini, tomat dikenal memiliki banyak khasiat. Anti-oksidan yang terkandung di dalam tomat misalnya, diketahui mampu memerangi kanker dan penyakit jantung.

Penelitian di Yunani ini mendukung studi sebelumnya yang dilakukan di Swedia. Saat itu, para peneliti menemukan bahwa jus tomat mampu membantu mengurangi kerusakan oksidatif setelah olahraga.

sumber : Viva




Buah-buahan dapat dikatakan sebagai salah satu alternatif pengobatan alami. Ini karena kandungan zat dalam buah bermanfaat menjaga kesehatan serta meningkatkan kekebalan tubuh.

Namun tak sedikit yang salah kaprah dengan mengkonsumsi buah-buahan setelah makan. Padahal, buah sebaiknya dikonsumsi sebelum menyantap makanan.

Jika Anda mengkonsumsi buah setelah makan, tubuh akan kesulitan mencerna makanan. Seperti dilansir laman Boldsky, berikut beberapa alasan mengapa Anda disarankan mengkonsumsi buah sebelum makan.
1. Waktu paling baik mengkonsumsi buah-buahan adalah 20-30 menit sebelum makan. Alasannya, karena buah mengandung gula alami yang digunakan untuk memasok energi. Namun jika Anda ingin mengkonsumsi buah setelah makan, sebaiknya lakukan tiga jam setelahnya. Ini untuk memberikan tubuh waktu mencerna makanan.

2. Buah sangat pas dikonsumsi sebelum Anda sarapan pagi. Saat mengistirahatkan tubuh selama delapan sampai sembilan jam tidur, Anda kehilangan kadar gula dalam tubuh. Dengan mengkonsumsi buah artinya kadar gula akan meningkat, membantu menyerap nutrisi penting yang terdapat dalam buah, serta memberikan energi baru di pagi hari.

sumber : Viva



Jakarta, Jangan lupa menyiapkan sarapan yang bergizi untuk anak Anda pagi ini! Kebiasaan sarapan anak diketahui berhubungan dengan kecerdasannya dan anak yang melewatkan sarapan cenderung memiliki IQ yang rendah.


"Masa kanak-kanak adalah masa kritis seseorang di mana diet dan gaya hidupnya dapat berimplikasi langsung terhadap kesehatan dan kualitas hidup jangka panjang," kata Jianghong Liu, seorang peneliti dari University of Pennsylvania School of Nursing.


Tampaknya kebiasaan sarapan anak juga berkaitan erat dengan kualitas hidupnya kelak. Menurut penelitian yang dipimpin oleh Liu, kebiasaan sarapan anak berhubungan dengan IQ.


Para peneliti menganalisis data dari 1.269 anak berusia 6 tahun yang terlibat dalam studi China Jintan Child Cohort Study, terhadap kaitan antara kebiasaan sarapannya dengan kemampuan intelektualnya. Penelitian tersebut juga telah memperhitungkan faktor risiko untuk IQ rendah lainnya.


Hasilnya diketahui bahwa anak-anak yang secara teratur melewatkan sarapan memiliki skor IQ totalnya lebih rendah hingga sebesar 4,6 poin dibandingkan anak-anak yang rutin sarapan. Skor IQ kinerja antara anak-anak yang melewatkan sarapan adalah 2,50 poin lebih rendah, dan skor IQ verbalnya 5,58 poin lebih rendah.


Peneliti percaya bahwa sarapan sangat penting bagi anak-anak, yang otaknya masih akan melalui perkembangan kognitif. Otak akan lapar energi ketika bangun di pagi hari, karena semalaman perut tidak diisi makanan ketika tidur.


Sarapan dapat memasok bahan bakar penghasil energi yang dibutuhkan oleh otak. Selain itu, para peneliti menyarankan bahwa interaksi sosial yang anak terima dari makan sarapan bersama keluarga dapat mempromosikan perkembangan otak.


Mendengar percakapan orangtua yang positif secara teratur ketika sarapan dapat membantu anak-anak mengembangkan kosakatanya, belajar tentang pengetahuan umum, dan dapat berlatih memahami alur pembicaraan atau cerita.


"Sarapan yang teratur dengan makanan yang bergizi dapat meningkatkan IQ yang berpengaruh terhadap kesehatan fisik, mental serta kualitas hidup jangka panjang," jelas Liu, seperti dilansir Naturalnews, Jumat (15/2/2013).


Sarapan juga memiliki manfaat lain seperti mencegah kegemukan. Studi tahun 2012 menemukan bahwa anak yang melewatkan sarapan cenderung lebih gemuk karena lebih mungkin untuk mengonsumsi terlalu banyak makanan berkalori tinggi dan minuman ringan bergula saat makan siang di sekolah.


sumber : Detik